5 Tips Mendewasakan Diri

Menuju 18 tahun, towards 18 years merupakan saat-saat kita tak perlu merasa malu bertingkah seperti anak-anak. Tetapi juga banyak pelajaran yang kita petik bukan. Dalam pada menuju 18 tahun itu banyak hal yang kita lalui, setuju?

Ya, memang banyak hal yang kita lalui selama 17 tahun sebelum akhirnya kita memasuki fase dewasa. Baik bersama orang lain, maupun bersama diri sendiri. Banyak hal yang kita tahu, banyak hal yang kita pelajari, kita menampung butir demi butir hikmah berharga yang kadang kita salah dalam menafsirkannya. Bukannya membuat kita semakin dewasa malah membuat kita salah menentukan sikap. Akui saja kalau kita memang masih labil.

Asal kamu mau tahu…

Selama 17 tahun kamu hidup sebelum akhirnya kamu beranjak dewasa, adalah saat kamu untuk memutuskan, mengemas, memurnikan kembali dirimu. Membersihkan semua pengaruh yang datang dari luar yang masuk ke dalam jiwa dan pikiranmu. Putuskanlah olehmu siapa dirimu sesungguhnya??

Asal kamu mau tahu…

Huh! Banyak banget sih, kejadian hari ini. Dan waktu berjalan begitu cepat. Sehingga aku tak dapat rasakan apa yg terjadi.

Di saat-saat seperti inilah pentingnya dorongan, bimbingan, dan arahan dari orang-orang yang terdekat dengan kita terutama orang tua karena di fase ini merupakan dimana kita belum memiliki bentuk artinya belum tahu pasti siapa diri kita sebenarnya. Dan di fase inilah proses pencarian jati diri, pembentukan prinsip, dan nilai-nilai yang kemudian pada fase dewasa akan diterapkan atau direalisasikan dalam kehidupan nyata. Proses belajar itu tidak akan pernah berhenti sampai kapanpun bahkan sampai kita mati. Tetapi disamping itu kita harus tetap melaksanakan apa yang sudah kita pelajari sebelumnya. Artinya kita harus barengi dengan penerapan bukan sebatas pembelajaran atau teori.

Oleh sebab itu bagaimana supaya kita diri kita dapat terbentuk dengan baik, cara adalah sebagai berikut:

1. Selalu dekat dengan orang-orang baik karena kepada siapa kita bergaul akan menentukan pengaruh yang akan kita terima buruk maupun jeleknya walau hanya nol koma sekian persen.

2. Selalu renungkan diri sendiri. Setiap malam sebelum tidur atau kapanpun anda mau selalu tanyakan pada diri anda seperti apa saya selama ini??

3. Siapkan mental untuk menghadapai hari. Sebelum anda memulai hari selalu tanamkan dalam diri anda keyakinan bahwa hari ini belum tentu sesuai dengan keinginan saya. Hari ini semua bisa terjadi. Suka duka, senang bahagia, canda tawa, semua bisa terjadi sehingga anda lebih siap menjalani hari.

4. Ambil pelajaran dari setiap kejadian baik yang anda alami sendiri maupun yang dialami orang lain.

5. Jadi diri sendiri. Karena kalau kamu menjadi orang lain kamu akan semakin sulit menemukan jati diri. Lebih baik sederhana dalam diri anda sendiri tetapi memperoleh jati diri walau secara bertahap daripada menjadi orang lain tetapi tidak tahu diriπŸ˜‚πŸ˜‚

Yang terakhir ini sekedar tambahan saja yaitu, selalu yakin bahwa setiap yang anda alami hanyalah tuhan yang sedang mengajari anda.

Create by: Arya Visi Tama

Siapa bilang Film Kartun nggak Bermanfaat ??

Film kartun memang identik dengan tontonan anak-anak. Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa tak sedikit juga orang dewasa yang suka menonton film kartun. Biasanya film kartunnya itu adalah yang sesuai dengan jamannya. Sebenarnya film mempunyai banyak dampak positif. Diantaranya mampu mengaktifkan sel-sel otak anak. Ya walaupun aktifnya itu untuk mengkhayal, berimajinasi yang kadang terlalu tinggi tetapi setidaknya sel-sel otak mereka sudah mulai bekerja. Selain itu film kartun juga menyampaikan banyak pesan-pesan moral, sosial dan budaya. Di pasaran banyak sekali film-film kartun yang melegenda. Contohnya Doraemon. Mungkin bagi anak-anak film kartun hanya sekedar hiburan tetapi bagi sebagian seniman film kartun memiliki eksistensi yang cukup patut dihargai karena film kartun mampu menjadi wadah bagi pengembangan otak anak. Ya memang harus diperhatikan juga bahwa film kartun itu harus benar-benar dinikmati oleh usia yang sesuai. Film kartun memang mampu mengembangkan otak anak tetapi kalau ditonton oleh orang usia labil malah akan berdampak negatif bagi perkembangan otak mereka. Anak usia remaja harus mendapatkan asupan edukasi yang cukup agar mampu berkembang dan menjadi dewasa dengan baik.

Bagi seorang falsafah film kartun memiliki filosofi yang sangat mendalam apabila dikaji dengan sangat cermat.

Bagaimanapun juga film kartun tetaplah hasil dari interpretasi jiwa karya dan karsa manusia yang berjalan di atas naluri imajinasi seorang karyawan.

Create by: Arya Visi Tama

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai