
Film kartun memang identik dengan tontonan anak-anak. Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa tak sedikit juga orang dewasa yang suka menonton film kartun. Biasanya film kartunnya itu adalah yang sesuai dengan jamannya. Sebenarnya film mempunyai banyak dampak positif. Diantaranya mampu mengaktifkan sel-sel otak anak. Ya walaupun aktifnya itu untuk mengkhayal, berimajinasi yang kadang terlalu tinggi tetapi setidaknya sel-sel otak mereka sudah mulai bekerja. Selain itu film kartun juga menyampaikan banyak pesan-pesan moral, sosial dan budaya. Di pasaran banyak sekali film-film kartun yang melegenda. Contohnya Doraemon. Mungkin bagi anak-anak film kartun hanya sekedar hiburan tetapi bagi sebagian seniman film kartun memiliki eksistensi yang cukup patut dihargai karena film kartun mampu menjadi wadah bagi pengembangan otak anak. Ya memang harus diperhatikan juga bahwa film kartun itu harus benar-benar dinikmati oleh usia yang sesuai. Film kartun memang mampu mengembangkan otak anak tetapi kalau ditonton oleh orang usia labil malah akan berdampak negatif bagi perkembangan otak mereka. Anak usia remaja harus mendapatkan asupan edukasi yang cukup agar mampu berkembang dan menjadi dewasa dengan baik.

Bagi seorang falsafah film kartun memiliki filosofi yang sangat mendalam apabila dikaji dengan sangat cermat.

Bagaimanapun juga film kartun tetaplah hasil dari interpretasi jiwa karya dan karsa manusia yang berjalan di atas naluri imajinasi seorang karyawan.